Pendidikan nasional bertujuan untuk mencerdaskan
kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yang artinya tidak hanya
menjadikan pandai secara intelektual, tetapi juga mempunyai tanggung jawab
kemasyarakatan dan kebangsaan. Melalui Pendidikan nasional diharapkan dapat
menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta tanah air, mempertebal semangat
kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial. Usaha untuk meningkatkan mutu
pendidikan seperti yang diharapkan, selain dengan memberdayakan semua komponen
masyarakat juga dapat dilakukan dengan penyempurnaan kurikulum dan dengan
mengefektifkan komponen-komponen yang mempengaruhi keberhasilan suatu
pendidikan.
SMAN Titian Teras H. Abdurrahman Sayoeti
merupakan lembaga pendidikan menengah atas yang telah mengembangkan kurikulum
untuk mewujudkan visi dan misi yang hendak dicapai. Ketika rasa nasionalisme
dan cinta terhadap tanah air disinyalir mulai memudar, menjadikan SMAN Titian
Teras H. Abdurrahman Sayoeti mengembangkan kurikulum khusus dengan menambahkan
mata pelajaran Pendidikan Bela Negara.
Ketika menyaksikan pengambilan nilai praktek
Pendidikan Bela Negara (PBN), Sabtu (4/1) terjadi perbincangan kami bersama
Pamong Bela Negara, Serma (Purn) Sukarsono, Serma (Purn) Suhadak, Serma (Purn)
M. Daus dan Serma Ruslan di SMAN Titian Teras H. Abdurrahman Sayoeti, sehingga
melahirkan laporan ini.
Menurut mereka (Pamong PBN), dalam mata pelajaran
ini, nilai-nilai cinta tanah air, nasionalisme dan patriotisme sangat
ditekankan kepada peserta didik dalam upaya menghantar mereka ke jenjang
pendidikan lebih tinggi, bahkan sampai menuju cita-cita, dengan tetap
membanggakan bangsanya.
Dalam UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia
Tahun 1945, tercantumkan kalimat, bahwa setiap warga negara memiliki kewajiban
yang sama dalam urusan membela negara, karena bela negara sudah diatur dalam
UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 pasal 30 dan dalam UU No 3
tahun 2002 pasal 9 tentang pertahanan negara.
Dalam aturan itu dijelaskan bahwa keikutsertaan
warga negara (termasuk pelajar), dalam upaya bela negara antara lain
diselenggarakan melalui Pendidikan Kewarganegaraan dan Pendidikan Bela Negara.
“Seorang pelajar memiliki peranan yang
penting dalam upaya peningkatan pemahaman dan pengamalan terhadap Pancasila
atau pun upaya bela negara, hal itu perlu, karena kondisi perkembangan dan
majunya teknologi berimbas pada perubahan di segala bidang yang berdampak pada
pengurangan pemahaman serta pengamalan terhadap Pancasila, dan akhirnya
melahirkan kemerosotan pada nilai-nila kesadaran bela negara,” ujar
mereka.
“Sehingga,” tegasnya, “Salah satu
upaya strategis dalam penanaman kesadaran bela negara dan pemahaman pada
Pancasila serta pada Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah pada generasi
muda, seperti yang kita praktekan di sekolah ini sejak dulu hingga sekarang,
memberi pembelajaran Bela Negara.”
Akhirnya mereka berharap dengan pemberian
pemahaman bela negara pada pelajar, bisa menempa generasi muda agar menjadi
tangguh, memiliki wawasan kebangsaan, semangat nasionalisme tinggi, disiplin
dan rasa kesetiakawanan sosial yang besar pula, menutup perbincangan.
Bagaimanapun generasi penerus bangsa harus
dibekali ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya, dalam segala disiplin ilmu
yang mereka tekuni. Dengan mengecap Pendidikan Bela Negara di SMP atau SMA,
tentu rasa cinta terhadap tanah air, bangsa dan negara tidak akan sirna dari pikiran
meraka, sampai kapan pun
No comments:
Post a Comment